![]() | |
| Pasca Bom Gereja Di Surabaya, Uskup Sintang Bersama Pemerintah Daerah Dan Polres Sintang Gelar Pertemuan Dengan Para Ketua Lingkungan/Kring Di Ruang Rapat Paroki Kristus Raja, Rabu (16/5) |
SINTANG - Uskup Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM.Cap memandang perlu untuk mewaspadai keamanan Katedral Sintang, pasca aksi bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu lalu (13/5). Untuk itu, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosefa Hasnah, Polres Sintang yang diwakili Kasat Lantas AKP Anton Satriadi yang juga didampingi Iptu Sukaif selaku Subbagbin Ops dan Ipda Nikodelis Dekok yang menjabat Kanit Sabhara.
Menurut Uskup Keuskupan Sintang, pertemuan yang dilaksanakan ini sangatlah tepat sebagai langkah antisipasi pasca kejadian bom gereja di Surabaya. Uskup Samuel dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan peristiwa hari Minggu tersebut sudah mencederai kerukunan yang sudah terjalin baik.
"Dengan peristiwa tersebut, kebersamaan yang selama ini terjalin menjadi tercederai, dan ini sangat disayangkan," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, agar umat Kristiani khususnya Katolik agar tidak mudah terpancing dengan berbagai informasi yang masuk di media sosial sehingga semakin memperkeruh suasana.
Menurut Uskup Keuskupan Sintang, pertemuan yang dilaksanakan ini sangatlah tepat sebagai langkah antisipasi pasca kejadian bom gereja di Surabaya. Uskup Samuel dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan peristiwa hari Minggu tersebut sudah mencederai kerukunan yang sudah terjalin baik.
"Dengan peristiwa tersebut, kebersamaan yang selama ini terjalin menjadi tercederai, dan ini sangat disayangkan," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, agar umat Kristiani khususnya Katolik agar tidak mudah terpancing dengan berbagai informasi yang masuk di media sosial sehingga semakin memperkeruh suasana.
"Bijaklah dalam menyaring informasi yang ada dimedia sosial, yang belum tentu kebenarannya," kata Uskup.
"Selain itu, kita tidak boleh langsung mencurigai siapapun tanpa alasan yang jelas namun tetap untuk waspada. Peristiwa yang terjadi hari Minggu, tidak saja mencederai umat Kristiani, namun juga saudara kita umat Muslim, karena pelaku mengatasnamakan keyakinan." jelasnya
Untuk itu dirinya meminta agar, dilakukan jalinan kerjasama oleh semua pihak dan juga pertemuan lintas agama sebagai upaya meminimalisir dan deteksi dini agar kejadian serupa tak terjadi di Sintang, umumnya Kalimantan Barat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupate Sintang juga mengapresiasi kegiatan yang digagas ini.
"Bila perlu dilakukan secara kontinyu misalkan sebulan sekali dengan para ketua Lingkungan," harapnya.
Selain itu, dirinya juga mengharapkan agar otoritas gereja sudah saatnya untuk mempekerjakan satuan pengamanan gereja.
Kasat Lantas Polres Sintang AKP Anton Satriadi pada kesempatan tersebut mengatakan peristiwa yang terjadi di Surabaya pada Minggu 13 Mei tersebut menjadi pembelajaran dan sekaligus menyadarkan semua pihak pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar sebagai bagian dari deteksi dini.
"Aparat keamanan tidak bisa bekerja sendirian dalam mengatasi kasus terorisme. Kerjasama dari semua pihak sebagai suatu sinergisitas sangatlah diperlukan. Tanggungjawab terdepannya memang berada dipihak aparat," ujarnya.
Kapolres Sintang sendiri, lanjutnya sangat menyambut baik komunikasi yang dilakukan oleh Keuskupan Sintang ini. AKP Anton Satriadi juga menyampaikan himbauan Kapolres agar berhati-hati menerima informasi dimedia sosial dan untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Acara pertemuan ini dilaksanakan di ruang rapat Paroki Kristus Raja pukul 10.30 wib. Dalam acara yang dipandu oleh Romo Yohanes Pranoto ini diikuti para ketua lingkungan/kring dari Paroki Kristus Raja dan Paroki Sungai Durian (MRSA), juga di isi dengan tanya jawab. (phs)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar