LARANTUKA - Uskup Larantuk MGR Fransiskus Kopong Kung, Pr hadir dan berdoa bersama dengan ribuan umat Katolik Katedral Keuskupan Larantuka Kamis malam (17/5/2018).
Uskup Frans didampingi beberapa imam Katolik, tokoh umat dan Wakapolres Flotim Kompol Gede Putra Yasa. Umat khusuk berdoa dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
Uskup Frans menyampaikan terimakasih kepada umat yang hadir dan menyampaikan belasungkawa terhadap korban teror bom di Mako Brimob, teror bom di Surabaya dan Riau.
Kejadian bom bunuh diri yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kata Uskup Frans membuat seluruh masyarakat ikut berdukacita.
Uskup Frans berpesan agar umat Katolik selalu membawa pesan kasih dan merangkul semua orang tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.
Allah yang kita sembah, darinyalah terpancar kasih dan mencintai semua orang tanpa membeda-bedakan. Kekuatan kasih yang disimbolkan nyala lilin terpancar kepada semua orang.
Umat Katoli, kata Uskup Frans harus hadir di tengah masyarakat 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia. Semakin seorang Katolik, semakin terbuka hatinya kepad semua orang.
Karena itu, umat Katolik senantiasa mendukung aparat keamanan, TNI, Polri dan Pemerintah dalam menjaga kedamaian bangsa.
Uskup Frans juga mengingatkan orang Katolik untuk selalu rendah hati, tidak menghitung-hitung kehebatan diri dan membandingkan dengan orang lain.
"Jadilah seorang Katalik dan rendah hati. Tunjukkan bahwa kita putra-putri Maria ketika kita menghadapi musuh bersama kita terorisme," kata Uskup Frans.
Uskup Frans juga mengingatkan orang Katolik untuk selalu rendah hati, tidak menghitung-hitung kehebatan diri dan membandingkan dengan orang lain.
"Jadilah seorang Katalik dan rendah hati. Tunjukkan bahwa kita putra-putri Maria ketika kita menghadapi musuh bersama kita terorisme," kata Uskup Frans.
Setelah orasi singkat bapa Uskup dan umat menyalakan lilin di depan Pieta Mater Dolorosa Larantuka. Diawali oleh uskup lalu diikuti ribuan umat.(*)
Sumber :kupang.tribunnews.com
Uskup Frans didampingi beberapa imam Katolik, tokoh umat dan Wakapolres Flotim Kompol Gede Putra Yasa. Umat khusuk berdoa dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan.
Uskup Frans menyampaikan terimakasih kepada umat yang hadir dan menyampaikan belasungkawa terhadap korban teror bom di Mako Brimob, teror bom di Surabaya dan Riau.
Kejadian bom bunuh diri yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kata Uskup Frans membuat seluruh masyarakat ikut berdukacita.
Uskup Frans berpesan agar umat Katolik selalu membawa pesan kasih dan merangkul semua orang tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan.
Allah yang kita sembah, darinyalah terpancar kasih dan mencintai semua orang tanpa membeda-bedakan. Kekuatan kasih yang disimbolkan nyala lilin terpancar kepada semua orang.
Umat Katoli, kata Uskup Frans harus hadir di tengah masyarakat 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia. Semakin seorang Katolik, semakin terbuka hatinya kepad semua orang.
Karena itu, umat Katolik senantiasa mendukung aparat keamanan, TNI, Polri dan Pemerintah dalam menjaga kedamaian bangsa.
Uskup Frans juga mengingatkan orang Katolik untuk selalu rendah hati, tidak menghitung-hitung kehebatan diri dan membandingkan dengan orang lain.
"Jadilah seorang Katalik dan rendah hati. Tunjukkan bahwa kita putra-putri Maria ketika kita menghadapi musuh bersama kita terorisme," kata Uskup Frans.
Uskup Frans juga mengingatkan orang Katolik untuk selalu rendah hati, tidak menghitung-hitung kehebatan diri dan membandingkan dengan orang lain.
"Jadilah seorang Katalik dan rendah hati. Tunjukkan bahwa kita putra-putri Maria ketika kita menghadapi musuh bersama kita terorisme," kata Uskup Frans.
Setelah orasi singkat bapa Uskup dan umat menyalakan lilin di depan Pieta Mater Dolorosa Larantuka. Diawali oleh uskup lalu diikuti ribuan umat.(*)
Sumber :kupang.tribunnews.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar